Selasa, 27 Maret 2012

Teknologi Informasi & Peradaban

TEKNOLOGI INFORMASI & PERADABAN
Oleh : Marlis Herni Afridah

Abad ke–21 adalah abad teknologi informasi. Demikian adagium yang biasa terdengar di kalangan praktisi teknologi informasi. Hal ini wajar mengingat perkembangan teknologi informasi begitu cepat dan mempengaruhi semua aspek kehidupan. Bukan hanya dalam hitungan bulan, minggu atau hari, tetapi setiap detik di seluruh penjuru dunia selalu lahir penemuan terbaru di bidang teknologi Informasi.

Sukses teknologi informasi sebagai sektor kehidupan yang sangat penting tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan dasar manusia untuk saling berkomunikasi satu sama lain. Kebutuhan ini telah ada sejak manusia pertama wujud di dunia. Kebutuhan akan teknologi informasi mewarnai setiap peradaban. Maka tak dapat dinafikan, teknologi informasi memiliki rekam jejak perjalanan sejarah yang sangat panjang dalam perkembangan peradaban umat manusia hingga bisa mencapai kemajuan seperti saat ini. 

Jika mengacu pada Al–qur’an tentang penciptaa[1], yang pertama kali diajarkan Allah kepada Adam adalah nama–nama benda atau dalam istilah lain bahasa. Bahasa adalah alat informasi yang pada masa sekarang dikenal sebagai asas teknologi informasi. Diajarkannya bahasa sebelum ilmu–ilmu yang lain mengindikasikan betapa pentingnya komunikasi dan informasi bagi perkembangan manusia. Sejatinya interaksi keilmuanpun tak akan terjadi tanpa bahasa yang mengantarkannya. Maka teknologi informasi menjadi faktor yang bertalian kuat dengan tujuan penciptaan manusia, yaitu untuk menjadi khalifah yang memakmurkan bumi. Teknologi informasi menjadi tool dari semua proses kehidupan.

Bahasa sebagai alat pertukaran informasi telah ada sejak wujudnya manusia pertama di muka bumi. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan peradaban, manusia mulai menciptakan cara yang lebih beraneka ragam untuk bertukar informasi khususnya dalam melakukan informasi jarak jauh yang subjeknya tidak dapat saling berhadapan. Cara-cara tersebut antara lain dengan melukis di dinding gua, membuat isyarat tangan, asap, bunyi, tulisan hingga telpon dan internet yang dikenal pada abad ini.

Sebelum ditemukannya tulisan, umat manusia berkomunikasi dengan kata–kata dan gambar yang mewakili bentuk–bentuk benda yang ada di lingkungannya. Isyarat suara juga mulai berkembang untuk komunikasi jarak jauh. Hingga kemudian pada 3000 SM, untuk pertama kalinya tulisan digunakan oleh Bangsa Sumeria dengan menggunakan simbol-simbol yang dibentuk dari pictograf sebagai huruf. Simbol atau huruf-huruf ini juga mempunyai bentuk bunyi yang berbeda (penyebutan), sehingga mampu menjadi kata, kalimat dan bahasa yang dapat dimengerti satu sama lain oleh manusia yang hidup pada masa itu. Inilah fase awal perkembangan teknologi informasi dalam bentuk tulisan. Pada tahun 2900 SM, Bangsa Mesir kuno mulai menggunakan huruf hierogliph. Hierogliph adalah bahasa dalam bentuk simbol dimana setiap ungkapan di wakili oleh simbol yang berbeda. Simbol–simbol ini ketika digabungkan menjadi satu akan membawa makna yang berbeda. Hierogliph bangsa Mesir kuno sudah lebih maju daripada tulisan bangsa Sumeria.

Pada tahun 500 SM, bangsa Mesir Kuno menemukan teknologi baru yaitu serat papyrus sebagai media untuk menulis. Serat ini diambil dari pohon papyrus yang tumbuh di sekitar sungai Nil. Namun serat papyrus menjadi barang mewah yang nilainya tak kalah dengan emas pada saat itu karena harganya yang begitu mahal. Keadaan ini tidak memungkinkan manusia secara umum dapat betukar informasi dengan serat papyrus secara leluasa sebagaimana manusia modern bertukar informasi dengan kertas. Papyrus hanya dapat dieksploitasi oleh orang–orang tertentu terutama komunitas yang aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan pada saat itu.

Selanjutnya, bangsa China menemukan media informasi yang sangat berguna hingga saat ini yaitu kertas. Tsai Lun (abad 1-2 M) diyakini sebagai orang yang pertama kali menemukan kertas. Catatan tentangnya dapat dijumpai dalam penulisan sejarah resmi Dinasti Han. Penemuan Tsai Lun sekaligus menjadi tonggak awal penemuan teknologi percetakan.

Pada era kejayaan peradaban Islam sekitar abad ke-9, hidup seorang ilmuwan cemerlang yang penemuannya terus digunakan hingga saat ini dan menjadi dasar lahirnya teknologi informasi dan komputasi modern. Ia adalah Muhammad Ibn Musa Al- Khawarizmi (780–850M). Ia menemukan angka desimal yang sangat membantu proses perhitungan dan menjadi cikal bakal lahirnya matematika modern. Sebelumnya angka romawi yang biasa digunakan tidak dapat mengakomodir perhitungan dalam skala besar. Angka 0 dan 1 bahkan menjadi dasar pengembangan teknologi digital yang saat ini diusahakan oleh seluruh negara di dunia untuk menyongsong lahirnya era digital di masa mendatang. Namanya diabadikan dalam salah satu cabang matematika yaitu Algoritma, yang berasal dari nama Al Khawarizmi. Algoritma sangat penting dalam pengembangan teknologi informasi. Sedangkan karyanya yang lain, yaitu teori Al–jabar menjadi landasan perkembangan teknologi komputasi dan digital yang berkembang saat ini.

Masa selanjutnya adalah perkembangan teknologi informasi di tengah masa kejayaan peradaban Barat. Tahun 1455 Mesin Cetak yang lebih maju dikembangkan untuk yang pertama kalinya oleh Johann Gutenberg ( 1398 – 1468 ) yang berkebangsaan Jerman. Penemuannya yang memungkinkan pencetakan tertulis secara cepat, mengakomodasi ledakan informasi di Eropa pada masa renaissance.

Pada Tahun 1830, pakar matematika Inggris Augusta Lady Byron Menulis program komputer yang pertama di dunia. Ia berkerjasama dengan Charles Babbage dengan menggunakan mesin Analytical-nya. Ia diberi penghargaan sebagai programmer komputer pertama pada abad ke-20. Dalam proyek pengembangan teknologi informasi ini, mereka mendesain mesin yang  mampu memasukan ( input ), mengolah data dan menghasilkan bentuk keluaran (output) dalam sebuah kartu. Mesin ini dikenal sebagai bentuk komputer digital yang pertama walaupun cara kerjanya lebih bersifat mekanis daripada digital. Penemuan ini melatari pembuatan  komputer digital pertama ENIAC I 94 tahun kemudian.

Pada tahun 1837, Samuel Morse mengembangkan telegraph dan bahasa kode Morse  bersama Sir William Cook dan Sir Charles Wheatstone. Penemuannya mengakomodir pengiriman informasi secara elektronik antara 2 tempat yang berjauhan melalui kabel yang menghubungkan kedua tempat tersebut. Informasi ini dapat diterima pada waktu yang relatif singkat. Penemuan ini memungkinkan akses informasi terbuka lebih luas bagi masyarakat.

Selanjutnya teknologi informasi semakin berkembang dengan ditemukannya proyeksi gambar bergerak di atas layar pada tahun 1861 yang merupakan cikal bakal perfilman modern. Teknologi komunikasi berupa telepon ditemukan oleh Alexander Graham Bell dan mulai digunakan secara luas pada tahun 1877. Teknologi ini melatari lahirnya komunikasi mobile saat ini. Bukan hanya di bidang–bidang yang telah disebutkan saja. Teknologi informasi juga berkembang pesat di bidang fotografi modern yang dipelopori Edward Maybridge.

Sistem penyimpanan dalam pita magnetis pertama kali dimulai pada tahun 1899. Tahun 1923, Zvorkyn menciptakan tabung TV yang pertama. Tahun 1940 pengembangan teknologi Informasi semakin radikal disebabkan faktor tuntutan  kepentingan Perang Dunia 2. Pengiriman dan penerimaan dokumen-dokumen militer disimpan dalam bentuk pita magnetik. Tahun 1945, Vannevar Bush mengembangkan sistem pengkodean menggunakan Hypertext. Dan pada tahun 1946, komputer digital pertama didunia ENIAC I dikembangkan. Transistor dikembangkan oleh para peneliti di Bell Telephone pada tahun 1948 dilanjutkan pengembangan transistor planar oleh Jean Hoerni pada tahun 1957. Teknologi ini memungkinkan pengembangan jutaan bahkan milyaran transistor dimasukan kedalam sebuah keping kecil kristal silikon.

Masih pada tahun 1957, USSR (sekarang Rusia) meluncurkan Sputnik sebagai satelit bumi buatan yang pertama sebagai mata-mata. Dan sebagai balasannya Amerika membentuk Advance Research Projects Agency (ARPA) dibawah kewenangan Departemen Pertahanan Amerika untuk mengembangkan ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi dalam bidang militer.

Tahun 1962 Rand Paul Barand dari RAND ( Research ANd Development ) ditugaskan untuk mengembangkan suatu sistem jaringan desentralisasi yang mampu mengendalikan sistem pemboman dan peluncuran peluru kendali dalam perang Nuklir. Tahun 1969 sistem jaringan yang pertama dibentuk dengan menghubungkan 4 nodes (titik), antara University of California, SRI (Stanford), University California of Santa Barbara, dan University of Utah.dengan kekuatan 50Kbps. Dan pada tahun 1972Ray Tomlinson menciptakan program e-mail yang pertama.

Tahun 1973 istilah internet mulai diperkenalkan dalam sebuah karya ilmiah mengenai TCP/IP kemudian dilakukan pengembangan sebuah protokol jaringan yang dikenal dengan nama TCP/IP. Protokol ini dikembangkan oleh grup dari DARPA. 1981 National Science Foundation mengembangkan Backbone yang disebut CSNET dengan kapasitas 56 Kbps untuk setiap institusi dalam pemerintahan. kemudian pada tahun 1986 IETF mengembangkan sebuah Server yang berfungsi sebagai alat koordinasi diantara; DARPA, ARPANET, DDN dan Internet Gateway.

Tahun 1991 sampai sekarang sistem bisnis dalam bidang IT pertama kali terjadi ketika CERN dalam menanggulangi biaya operasionalnya memungut biaya dari para anggotanya. Tahun 1992 terbentuk komunitas Internet sekaligus diperkenalkannya istilah World Wide Web oleh CERN. Tahun 1993 NSF membentuk InterNIC untuk menyediakan jasa pelayanan Internet menyangkut direktori dan penyimpanan data serta database (oleh AT&T), Jasa Registrasi (oleh Network Solution Inc,) dan jasa Informasi (oleh General Atomics/CERFnet).

Tahun 1994 laju pertumbuhan internet menjadi sangat cepat dan mulai merambah ke segala aspek kehidupan, menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari manusia. Tahun 1995, perusahaan umum mulai diperkenankan menjadi provider dengan membeli jaringan di Backbone. Langkah ini memulai pengembangan Teknologi Informasi dan penelitian-penelitian khususnya internet di kemudian hari.

Pada 2 dekade terakhir upaya migrasi teknologi dari analog ke digital dilakukan oleh semua negara di dunia. Digitalisasi multimedia di seluruh aspek kehidupan tinggal menunggu waktu sebagai keniscayaan yang harus dihadapi. Indonesia mentargetkan migrasi penuh dari analog ke digital pada tahun 2018. Teknologi akan menjadi bagian yang tak terpisah dari kehidupan umat manusia di seluruh dunia. Yang menyadari dan mengusahakannya akan maju, yang menafikannya akan tertinggal.

Islam dan Teknologi Informasi

Teknologi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari peradaban. Sebagai unsur krusial dalam peradaban, teknologi mutlak tak dapat dinafikan dalam upaya membangun kembali kejayaan peradaban Islam. Dalam sejarahnya, Islam telah banyak menyumbang ilmu pengetahuan yang sangat berharga bagi perkembangan teknologi pada saat ini. Penguasaan umat Islam akan teknologi mutlak diperlukan jika mereka benar – benar memimpikan peradaban Islam memimpin di masa mendatang.  

Informasipun berperan fundamental dalam hal ini. Ada pepatah yang menyatakan bahwa “siapa yang menguasai informasi, dia menguasai dunia”. Maka teknologi dan informasi ibarat dua sejoli yang dapat menjadi aset sangat berharga bagi upaya pengembangan peradaban Islam. Peradaban akan tetap sulit dibangun jika umat Islam belum memiliki kesadaran akan peran penting teknologi informasi. Ilmu pengetahuan sebagai dasar peradaban dapat dikembangkan dengan maksimal jika melibatkan teknologi informasi. Berbagai sektor kehidupan seperti ekonomi, sosial, militer, hukum, kedokteran dan yang lainnya juga akan berkembang maksimal jika didukung dengan adanya teknologi informasi. Karena abad ini adalah abad teknologi informasi, begitu juga abad – abad ke depan. J

Wallahua’lam bissawab...


[1] QS. Al-Baqoroh :29-39

Tidak ada komentar:

Posting Komentar