Selasa, 15 Januari 2013

Gerakan "Back to the Real HMI"


HMI KOMISARIAT FTI UNISSULA GALAKKAN GERAKAN
“BACK TO THE REAL HMI”
Oleh : Marlis Herni Afridah
Ketua Umum HMI Komisariat FTI UNISSULA Periode 2012-2013
Bermula dari keterpanggilan untuk memperbaiki proses kaderisasi di HMI yang banyak mengalami degradasi, HMI Komisariat FTI UNISSULA berkomitmen untuk mempelopori dan menggalakkan Gerakan “Back to the Real HMI” di lingkungan HMI Cabang Semarang khususnya, dan di seluruh Indonesia pada umumnya.

Pemateri Islamic Leadership, Ahmad Mujib El-Shirazy,MA
Kaderisasi adalah hal yang paling vital di HMI. Kaderisasi menyangkut masa depan Islam, Indonesia dan dunia. Kualitas masing-masing kader yang dibina HMI akan menentukan masa depan masyarakat dan negara dalam jangka panjang sebagaimana dikatakan seorang filosof berkebangsaan Inggris John Stuart Mill dalam On Liberty bahwa nilai suatu bangsa dalam jangka panjang adalah akumulasi dari nilai individu-individu yang ada di dalamnya. Kaderisasi adalah cara terbaik membangun nilai individu-individu tersebut. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya kaderisasi perlu digalakkan secara masif demi menyelamatkan generasi masa depan. Demi menyelamatkan masa depan Islam, Indonesia dan dunia.   
Kesadaran akan pentingnya kaderisasi kemudian harus ditindak lanjuti dengan kerja nyata berupa praktek kaderisasi yang terarah, terukur dan terorganisir dengan baik demi menunjang terwujudnya tujuan HMI yaitu “Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah subhanahuwata’ala.” Disinilah HMI Komisariat FTI UNISSULA berkomitmen untuk merealisasikan usaha nyata berupa praktek kaderisasi dan mengajak seluruh Komisariat di lingkungan HMI Cabang Semarang pada khususnya dan HMI di seluruh Indonesia pada umumnya untuk merealisasikan tanggung jawab luhur tersebut.
Undangan Bedah Buku dan Diskusi Filsafat Ekonomi
HMI Komisariat FTI UNISSULA telah memetakan goals atau target-target penting untuk menunjang terwujudnya kualitas insan cita yang diimpikan HMI. Target tersebut antara lain 1) Kemampuan membaca dan memahami ayat-ayat al-Qur’an, 2) Penguasaan terhadap bahasa internasional (Bahasa Inggris) secara aktif maupun pasif, 3)Indeks Prestasi Kumulatif >3.0, 4)Wawasan dan keahlian berbasis teknologi informasi (cyber), 5) Karakter & Akhlak, dan 6) Skill & kompetensi, 7) Leadership, entrepreneurship dan networking.
Acara Bedah Film Prakland John F. Kennedy
Untuk menunjang tercapainya target-target tersebut, HMI Komisariat FTI UNISSULA menggalakkan program-program pendidikan kaderisasi dengan tema “Back to the Real HMI”. Program tersebut antara lain :
1.             Tutorial baca tulis al-Qur’an : Program untuk melatih kemampuan baca tulis dan pemahaman al-Qur’an. Koordinator : Muhammad Munif, Usmawar & Iis Kholilah.
2.             Tutorial bahasa Inggris :  Program untuk meningkatkan kualitas kader HMI dalam penguasaan bahasa internasional. Koordinator : Ahmad Syarif Alwi & Taufan Ganefo.
3.             Cyber Community : Komunitas berbasis teknologi informasi dibawah binaan HMI Komisariat FTI UNISSULA yang berfokus mempelajari wawasan, pola pikir dan keahlian berbasis cyber. Dibina langsung oleh pakar teknologi informasi dengan kompetensi global, Bpk. Gunawan, ST.MT dan Mustafa, ST.MT. Komunitas ini didirikan dengan tujuan menyiapkan dan membantu para kader HMI dalam menghadapi tantangan abad 21 sebagai abad berbasis  teknologi informasi. Koordinator : MK. Huda.
4.             Bedah buku dan diskusi mingguan dengan tema epistemologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, teknologi informasi, pendidikan, world affairs, militer, komunikasi, dll. Buku yang sudah dibedah per 15 Januari 2013 antara lain Madina al-Fadila karya Al-Farabi dan The Prince (dalam diskusi filsafat politik), The Wealth of Nations karya Adam Smith (dalam diskusi filsafat ekonomi), The New Asian Hemisphere karya Kishore Mahbubani (dalam diskusi world affairs), Epistemologi Islam karya Murtadha Mutohari (dalam diskusi epistemologi), Membangun Masa Depan Islam dan Tugas Cendekiawan Muslim karya Ali Shariati, Mobile Learning Edge karya Gary Woodil (dalam diskusi teknologi informasi), dll. Koordinator : Muhammad Aidil Akbar & Marlis Herni Afridah.
5.             Diskusi ke-HMI-an dengan tema : Sejarah HMI, Konstitusi, Mission, Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP), dll. : Program ini penting untuk mengenalkan para kader pada jatidiri HMI sekaligus jatidirinya sebagai kader HMI. Koordinator : Mansar Al-Kindhi & Laode Firman.
6.             Bedah film : Salah satu program untuk meningkatkan kompetensi bahasa Inggris dan keilmuan. Film yang sudah dibedah antara lain Parkland John F. Kennedy. Koordinator : Akhyar Sadad & Aidita Ratnafuri.
7.             Pengabdian Masyarakat : Program pengabdian masyarakat bertujuan untuk mengimplementasikan keilmuan yang sudah didapatkan para kader di bangku kuliah dan di forum-forum kajian. Program yang sudah dilaksanakan antara lain penggalangan dana / donasi untuk membantu muslim Rohingya di Myanmar dan muslim Palestina. Koordinator : Alam Bintani Tobarasi.
8.             Silaturahmi dengan alumni 1x dalam sebulan : Program silaturahmi kepada alumni di lingkungan UNISSULA seperti Prof. DR. Laode M. Kamaluddin, Prof. DR. Gunarto, DR. Mustaghfirin, H. Jawade Hafidz, SH. MH, DR. Indri Kartika, Dody Firman Noor Cahya, ST, dll.
9.             Aksi : Beberapa aksi yang sudah diikuti HMI Komisariat FTI UNISSULA antara lain Aksi Peduli Palestina, Aksi Mahasiswa UNISSULA di Polda Jateng, dll. Koordinator : Muhammad Saddam Fadli & Laode Muhammad Zulfiqar.
10.         Public Relations : Publikasi kegiatan HMI Komisariat FTI UNISSULA. Koordinator : Ryan Umar Pettarakala & Etika Purnamasari.
Undangan Bedah Buku dan Diskusi Filsafat Politik
HMI Komisariat FTI UNISSULA juga menyediakan kegiatan lain yang bersifat optional sesuai minat dan bakat kader-kader HMI seperti tutorial bahasa Korea dengan koordinator Agus Panduwiyoso dan tutorial bahasa Turki yang diampu oleh Taufan Al-Giffari. Tutorial Bahasa Korea dan bahasa Turki dipilih dengan pertimbangan bahwa dua bangsa tersebut saat ini terus berderap maju dalam dinamika kebangkitan di abad 21. Korea terus berderap maju dengan keunggulannya di bidang teknologi informasi, riset, pendidikan dan ekonomi (industri). Turki terus berderap maju dengan ekspansi pendidikan dan budaya di ranah internasional serta dengan kebangkitan ekonomi.
Diskusi dengan Meli Rida Mahasiswa S2 Ilmu Politik UI
Kegiatan HMI Komisariat FTI terbuka untuk umum (mahasiswa Non-kader HMI) demi melaksanakan amanah para founding fathers HMI bahwa HMI sebagai organisasi mahasiswa harus membaur dengan mahasiswa secara keseluruhan dan berkiprah di dalam kampus dengan mengembangkan kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat untuk dinamika kehidupan mahasiswa.  
Dewasa ini banyak riset telah dilakukan oleh para intelektual ternama dan lembaga penelitian global tentang masa depan Indonesia. Marwah Daud Ibrahim misalnya, memimpikan Visi Indonesia Jaya pada 2045[1]. Anis Matta dan Ari Gynanjar adalah dua intelektual Indonesia yang brilian, keduanya memimpikan visi Indonesia Emas pada 2020[2]. Susilo Bambang Yudhoyono dalam Indonesia in 2045 : A Centenial Journey of Progress memprediksikan bahwa pada ulang tahun Indonesia ke-100 di tahun 2045, karakteristik para pemimpin Indonesia akan sekuat karakteristik para founding fathers[3] di tahun 1945. Dan yang terbaru, sebuah lembaga bergengsi dari Amerika, Mc Kinsey Global Institute merilis hasil penelitiannya bahwa Indonesia akan masuk ke dalam jajaran negara-negara besar, dan menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke-7 di dunia, mengalahkan Jerman dan Inggris pada 2030. Dalam pertemuan Komite Ekonomi Nasional Indonesia, Chairman Mc Kinsey Global Institute, Raoul Oberman, memaparkan sejumlah fakta pendukung bahwa Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke-7 pada 2030. Fakta tersebut antara lain bahwa ekonomi Indonesia adalah ekonomi paling stabil di dunia, sekitar 11% ekspor Indonesia adalah sektor non-migas dan bukti peningkatan produktivitas yang menopang sekitar 60% pertumbuhan ekonomi.
Rapat Persiapan LK 1
Visi-visi di atas, sesungguhnya hanya akan bisa direalisasikan jika Indonesia memiliki kader-kader yang militan, berkarakter dan memiliki kompetensi baik dalam ranah regional maupun internasional. Tanpa adanya kader-kader yang unggul, visi kebangkitan Indonesia layaknya mimpi di siang bolong. Kader unggul adalah prasyarat utama dari kebangkitan suatu peradaban karena hari ini kebangkitan atau keruntuhan peradaban tidak disebabkan oleh timur ataupun barat, tidak disebabkan oleh perbedaan bahasa dan warna kulit, tidak juga disebabkan oleh ekspansi dari negara lain. Tapi kebangkitan atau keruntuhan peradaban adalah tentang ada atau tidaknya kader-kader berkualitas bibit unggul dalam peradaban yang bersangkutan.
Peserta LK 1
Para founding fathers HMI adalah kader-kader berkualitas bibit unggul di zamannya. Sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan kembali pada semangat para founding fathers HMI demi menyelamatkan generasi masa depan, demi menyelamatkan masa depan Islam, Indonesia dan dunia. Gerakan “Back to the Real HMI” yang dipelopori HMI Komisariat FTI UNISSULA adalah semata-mata upaya untuk membangkitkan kembali semangat generasi ini pada semangat para founding fathers HMI baik intelektual, spiritual, maupun emosional. Baik dalam ranah akademik maupun pergerakan. Baik dalam ranah pribadi maupun sosial-kemasyarakatan. HMI adalah organisasi besar yang didirikan dan diperjuangkan oleh orang-orang yang berpikir dan berjiwa besar. Dengan memperbaiki pendidikan kaderisasi, HMI akan mampu berkontribusi secara masif dalam menentukan masa depan Islam, Indonesia dan dunia. Semua itu bisa kita mulai dari komisariat sebagai lumbung perkaderan di HMI. Semoga apa yang kita usahakan mendapat ridho Allah SWT. Amin Ya Rabb al-alamin... 
Silaturahmi & Diskusi Bersama Alumni Dody Firman Noor Cahya












Latihan Teknik Sidang

Wallahua’alam Bissawwab...






  



[1] Marwah Daud Ibrahim, Ph.D, Mengelola Hidup dan Merencanakan Masa Depan.
[2] Anis Matta & Ari Gynanjar, Dialog Peradaban.
[3] Susilo Bambang Yudhoyono, Indonesia  in 2045 : A Centenial Journey of Progress, Strategic Review Vol. 1, 2011.

3 komentar:

  1. mari kita wujudkan "The real HMI".
    mari bersilaturaHMI http://hmikomsospol.blogspot.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk mari...
      Kalo tulisan ini bermanfaat mohon bantu sharing-kan ke teman2 komisariat lain yaaa... Jangan lupa, Komisariat adalah pilar perkaderan. Salam hangat dari HMI Komisariat FTI UNISSULA untuk HMI Komisariat Sospol UNILA. Keep in touch.. :))

      Hapus
  2. setelah Ibuku, kamu satu-satunya wanita luar biasa yg pernah aku kenal dan yg akan kenal..

    BalasHapus