Minggu, 09 Juni 2013

Happy Birthday My Dear Friend ^^

Semarang, 09 Juni 2013
Dear friend :
Bruno Adolf Richard Telaumbanua

Masih lekat dalam ingatan, waktu itu Mei 2011 di Bandung, kita sekitar 200 orang perwakilan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia diundang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk acara Deklarasi HIPMI-Perguruan Tinggi (HIPMI-PT) bersama DR. Boediono Wapres RI di gedung Asia Afrika. Saat sarapan di lobi hotel adalah awal aku mulai mengenal kamu, mahasiswa Universitas Bung Hatta Padang dengan kesan pertama yang menurutku, buat kamu repot. Haha ;)) Waktu itu aku dan kawan-kawan asik foto-foto. Aku ingat kamu adalah korban yang aku mintai tolong buat jadi fotografer. Setelah itu kita kenalan dan aku tahu nama kamu Richard. Jujur, saat itu aku tidak pernah mempertimbangkan bahwa di antara sekitar 200 orang itu, kamu yang kemudian jadi sahabat terbaikku hingga hari ini. ^^

Minggu, 02 Juni 2013

Media Sosial dan Akhlak Rasulullah SAW

MEDIA SOSIAL DAN AKHLAK RASULULLAH SAW
“Jejak-jejak akhlakku akan tetap berada di tengah-tengah umatku hingga hari kiamat. Satu-satunya alasan bagi kemuliaan dan kebanggaan bagi setiap orang adalah akhlak mereka. Dalam pekerjaan mereka, perolehan, kebiasaan, keadaan mereka saat ini, keberhasilan sejati hanya bisa dicapai melalui akhlak yang baik, terutama jika akhlak itu disempurnakan melalui keadilan”
-Muhammad saw-[1]
Revolusi teknologi informasi menjadikan abad 21 sebagai abad yang sama sekali berbeda dari abad-abad sebelumnya. Teknologi informasi telah mengubah dunia, mengubah kecendrungan manusia dan pola interaksi antar manusia. Jika di abad-abad sebelumnya manusia cenderung melaksanakan satu pekerjaan dalam satu waktu, teknologi informasi telah menjadikan manusia abad 21 sebagai generasi multi-tasking yang melakukan satu, dua, atau tiga pekerjaan sekaligus dalam sekali duduk. Saat kuliah, mahasiswa masih bisa terkoneksi dengan teman-temannya di berbagai penjuru dunia melalui media sosial, ngobrol via chatting, tanpa harus kehilangan momen belajar itu sendiri. Saat rapat, seorang suami bisa menyapa istri dan anak-anaknya via BBM, Kakao, Whats Up, Line, Chat On, dll. Saat demo, seorang aktivis masih sempat menghubungi orang tuanya untuk menghibur mereka bahwa semuanya terkendali dan akan baik-baik saja. Dan masih banyak contoh lainnya dari kebiasaan baru generasi multi-tasking di abad 21 yang tidak pernah ada di abad-abad sebelumnya. 

Minggu, 21 April 2013

Presiden dan Akhlak Rakyat Indonesia

Asrama Mahasiswa UNISSULA, 20 April 2013
22.24 WIB

PRESIDEN DAN AKHLAK RAKYAT INDONESIA
Tulisan ini terinspirasi oleh fenomena di Indonesia, yang terus memanas khususnya sejak memasuki periode 2013 dengan Presiden Republik Indonesia sebagai ikon utamanya. Berbagai isu terkait presiden begitu ramai di media, pro dan kontra terhadap kebijakan presiden tidak dapat dihindarkan. Inilah konsekwensi demokrasi. Budaya yang sangat baik sesungguhnya, ketika semua orang dapat menyuarakan isi hati dan kepalanya dengan bebas tanpa takut adanya tekanan dari pihak tertentu yang sedang berkuasa. Tapi toh, demokrasi juga memiliki konsekwensi lain yang jika tidak dikawal dengan bijaksana, akan menimbulkan kerusakan yang lebih buruk daripada totalitarianisme sekalipun.

Senin, 11 Maret 2013

Pentingnya Benchmark : Sultan Muhammad Al-Fatih

PENTINGNYA BENCHMARK : SULTAN MUHAMMAD AL-FATIH


Benchmark dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia bermakna tolak ukur, standar, teladan, atau dengan kata lain adalah sosok yang menjadi inspirasi dan parameter bagi kita dalam menjalani kehidupan. Sering kita bisa cepat mengetahui pribadi seseorang hanya dengan melihat siapa benchmark-nya. Benchmark sangat penting, dan sebaik-baik benchmark adalah Rasulullah Muhammad SAW. Sosok yang kelahirannya dirindukan masyarakat dunia selama berabad-abad sepanjang sejarah peradaban umat manusia. Sosok yang dirindukan tujuh lapis surga. Sosok yang menginspirasi bukan saja sahabat-sahabatnya, tapi juga musuh-musuhnya. Sosok yang diutus Allah untuk membebaskan dunia dari kegelapan dan kesesatan menuju cahaya. Sosok yang kehadirannya menjadi rahmat bagi seluruh alam. 

Selasa, 12 Februari 2013

Surat Kecil untuk Guruku

Jika ada hal yang paling aku takuti di dunia ini di atas hal-hal yang lain, itu adalah rasa takut akan kehilangan ridho guru-guruku. Jika ada hal yang bisa membuat hatiku lemah tak berdaya, itu adalah murka guru-guruku. Jika ada hal yang sangat aku sesalkan, itu adalah sikap lalaiku untuk menjaga hati guru-guruku. Ya Allah, disamping ridho-Mu, ridho Nabi Muhammad saw dan ridho orang tuaku, ridho guruku adalah yang terpenting dalam hidupku. Jika aku kehilangan ridhonya, pasti hilanglah berkah dari hidupku, pasti aku sangat merugi.
Ya Allah, aku ini hina dina. Aku ini begitu lalai dan mudah lupa. Aku ini orang yang tidak tahu diri. Siapalah aku jika guru-guruku tak mau mengulurkan tangannya kepadaku. Merekalah penolong yang Engkau kirim dalam hidupku untuk membebaskanku dari belenggu kebodohan. Merekalah pemantik kebijaksanaan yang mulai tumbuh dalam diriku. Merekalah sosok yang membawaku dari gelap menuju cahaya. Jika ada sosok yang sangat aku takutkan jika harus kehilangan, dia adalah guru-guruku.