Indahnya
hidup jika kita belajar memandang kehidupan dengan meniru perspektif Baginda
Nabi Muhammad saw. Tentu saja kita tidak mungkin bisa mendekati apalagi menyamai
perspektif beliau yang begitu agung. Tapi sebagai umatnya, kita boleh berusaha
mendekatinya, meneladaninya semaksimal mungkin semampu kita sebagai manusia
biasa, yang sesungguhnya begitu mudah tergelincir, baik dalam urusan hati,
pikiran, ucapan maupun laku. Hanya dengan mengikat diri kepada Allah dan
Rasul-Nya, kita inshaallah bisa
selamat dalam mengarungi samudera kehidupan yang penuh dengan gelombang cobaan.
Dalam
kehidupan kita selalu diuji oleh Allah dengan berbagai macam hal seperti kesenangan dan kesusahan atau kelapangan dan
kesempitan. Tidak ada satupun manusia yang bebas dari ujian ini, sekalipun seorang
pribadi agung sepanjang sejarah umat manusia, Baginda Nabi Muhammad saw. Allah
berfirman dalam Al-Qur’an “Apakah kamu
mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum nyata orang-orang yang
berjihad diantara kamu dan belum nyata orang-orang yang sabar”[1]

