Senin, 01 Juli 2013

Hidup Semuanya Rahmat


Indahnya hidup jika kita belajar memandang kehidupan dengan meniru perspektif Baginda Nabi Muhammad saw. Tentu saja kita tidak mungkin bisa mendekati apalagi menyamai perspektif beliau yang begitu agung. Tapi sebagai umatnya, kita boleh berusaha mendekatinya, meneladaninya semaksimal mungkin semampu kita sebagai manusia biasa, yang sesungguhnya begitu mudah tergelincir, baik dalam urusan hati, pikiran, ucapan maupun laku. Hanya dengan mengikat diri kepada Allah dan Rasul-Nya, kita inshaallah bisa selamat dalam mengarungi samudera kehidupan yang penuh dengan gelombang cobaan.

Dalam kehidupan kita selalu diuji oleh Allah dengan berbagai macam hal seperti  kesenangan dan kesusahan atau kelapangan dan kesempitan. Tidak ada satupun manusia yang bebas dari ujian ini, sekalipun seorang pribadi agung sepanjang sejarah umat manusia, Baginda Nabi Muhammad saw. Allah berfirman dalam Al-Qur’an “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum nyata orang-orang yang berjihad diantara kamu dan belum nyata orang-orang yang sabar”[1]

Minggu, 09 Juni 2013

Happy Birthday My Dear Friend ^^

Semarang, 09 Juni 2013
Dear friend :
Bruno Adolf Richard Telaumbanua

Masih lekat dalam ingatan, waktu itu Mei 2011 di Bandung, kita sekitar 200 orang perwakilan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia diundang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk acara Deklarasi HIPMI-Perguruan Tinggi (HIPMI-PT) bersama DR. Boediono Wapres RI di gedung Asia Afrika. Saat sarapan di lobi hotel adalah awal aku mulai mengenal kamu, mahasiswa Universitas Bung Hatta Padang dengan kesan pertama yang menurutku, buat kamu repot. Haha ;)) Waktu itu aku dan kawan-kawan asik foto-foto. Aku ingat kamu adalah korban yang aku mintai tolong buat jadi fotografer. Setelah itu kita kenalan dan aku tahu nama kamu Richard. Jujur, saat itu aku tidak pernah mempertimbangkan bahwa di antara sekitar 200 orang itu, kamu yang kemudian jadi sahabat terbaikku hingga hari ini. ^^

Minggu, 02 Juni 2013

Media Sosial dan Akhlak Rasulullah SAW

MEDIA SOSIAL DAN AKHLAK RASULULLAH SAW
“Jejak-jejak akhlakku akan tetap berada di tengah-tengah umatku hingga hari kiamat. Satu-satunya alasan bagi kemuliaan dan kebanggaan bagi setiap orang adalah akhlak mereka. Dalam pekerjaan mereka, perolehan, kebiasaan, keadaan mereka saat ini, keberhasilan sejati hanya bisa dicapai melalui akhlak yang baik, terutama jika akhlak itu disempurnakan melalui keadilan”
-Muhammad saw-[1]
Revolusi teknologi informasi menjadikan abad 21 sebagai abad yang sama sekali berbeda dari abad-abad sebelumnya. Teknologi informasi telah mengubah dunia, mengubah kecendrungan manusia dan pola interaksi antar manusia. Jika di abad-abad sebelumnya manusia cenderung melaksanakan satu pekerjaan dalam satu waktu, teknologi informasi telah menjadikan manusia abad 21 sebagai generasi multi-tasking yang melakukan satu, dua, atau tiga pekerjaan sekaligus dalam sekali duduk. Saat kuliah, mahasiswa masih bisa terkoneksi dengan teman-temannya di berbagai penjuru dunia melalui media sosial, ngobrol via chatting, tanpa harus kehilangan momen belajar itu sendiri. Saat rapat, seorang suami bisa menyapa istri dan anak-anaknya via BBM, Kakao, Whats Up, Line, Chat On, dll. Saat demo, seorang aktivis masih sempat menghubungi orang tuanya untuk menghibur mereka bahwa semuanya terkendali dan akan baik-baik saja. Dan masih banyak contoh lainnya dari kebiasaan baru generasi multi-tasking di abad 21 yang tidak pernah ada di abad-abad sebelumnya. 

Minggu, 21 April 2013

Presiden dan Akhlak Rakyat Indonesia

Asrama Mahasiswa UNISSULA, 20 April 2013
22.24 WIB

PRESIDEN DAN AKHLAK RAKYAT INDONESIA
Tulisan ini terinspirasi oleh fenomena di Indonesia, yang terus memanas khususnya sejak memasuki periode 2013 dengan Presiden Republik Indonesia sebagai ikon utamanya. Berbagai isu terkait presiden begitu ramai di media, pro dan kontra terhadap kebijakan presiden tidak dapat dihindarkan. Inilah konsekwensi demokrasi. Budaya yang sangat baik sesungguhnya, ketika semua orang dapat menyuarakan isi hati dan kepalanya dengan bebas tanpa takut adanya tekanan dari pihak tertentu yang sedang berkuasa. Tapi toh, demokrasi juga memiliki konsekwensi lain yang jika tidak dikawal dengan bijaksana, akan menimbulkan kerusakan yang lebih buruk daripada totalitarianisme sekalipun.

Senin, 11 Maret 2013

Pentingnya Benchmark : Sultan Muhammad Al-Fatih

PENTINGNYA BENCHMARK : SULTAN MUHAMMAD AL-FATIH


Benchmark dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia bermakna tolak ukur, standar, teladan, atau dengan kata lain adalah sosok yang menjadi inspirasi dan parameter bagi kita dalam menjalani kehidupan. Sering kita bisa cepat mengetahui pribadi seseorang hanya dengan melihat siapa benchmark-nya. Benchmark sangat penting, dan sebaik-baik benchmark adalah Rasulullah Muhammad SAW. Sosok yang kelahirannya dirindukan masyarakat dunia selama berabad-abad sepanjang sejarah peradaban umat manusia. Sosok yang dirindukan tujuh lapis surga. Sosok yang menginspirasi bukan saja sahabat-sahabatnya, tapi juga musuh-musuhnya. Sosok yang diutus Allah untuk membebaskan dunia dari kegelapan dan kesesatan menuju cahaya. Sosok yang kehadirannya menjadi rahmat bagi seluruh alam.