Minggu, 28 Oktober 2012

AUPF #11 @ Dongseo University, Busan, Korea Selatan

Rektor UNISSULA Wakili Indonesia dalam Asian University Presidents Forum (AUPF) di Korea Selatan

Oleh : Marlis Herni Afridah *

Asian University Presidents Forum (AUPF) adalah Forum Rektor Asia yang berfokus dalam menjalin kerjasama pendidikan universitas-universitas di Asia. Tujuan utama dari kerjasama tersebut adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Asia. Prof. Laode M. Kamaluddin, M.Sc. M.Eng. Ph.D sebagai rektor Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, merupakan salah satu inisiator dan kontributor yang berperan penting dalam AUPF. Beliau adalah konseptor Asian Cyber Network University (ACNU). Sebuah konsep yang akan digunakan oleh AUPF untuk revolusi  pendidikan di Asia.

Rabu, 24 Oktober 2012

Ngobrol 1 Jam Bersama Kak Nadiah

Satu lagi mutiara hikmah itu aku temukan di rumah keluarga yang hangat ini, keluarga Prof. Laode M. Kamaluddin, Ph.D. kali ini, Allah menitipkan hikmahnya pada seorang perempuan cantik, muslimah taat yang sangat menyenangkan, ramah, dan penuh cinta pada sesama, Kak Nadiah, puteri ke-2 Prof Laode.
Aku dan Kak Nadiah duduk-duduk di lantai 2, bercerita banyak hal. Dengan wajah sumringah, kak Nadiah yang memang terkenal sangat ramah pada siapa saja mulai bercerita berbagai pengalaman hidup dan nilai-nilai yang diyakininya. Sekilas duduk berhadap-hadapan dengannya, aku segera menyadari bahwa ia bukan perempuan sembarangan.

Selasa, 25 September 2012

'Islamisasi Pengetahuan' Al-Faruqi

Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi : Islamisasi Pengetahuan 
 Oleh : Marlis Herni Afridah 

1.    Gambaran Umat Islam Hari Ini Secara Global
Dalam Islamization of Knowledge, al-Faruqi memberikan beberapa prinsip umum dan kerangka kerja sebagai formula untuk mewujudkan kembali kebangkitan peradaban Islam. al- Faruqi memfokuskan pemikirannya dalam bidang pendidikan, yang notabene merupakan asas dari peradaban Islam. Pemikiran al-Faruqi dikenal luas dengan istilah ‘islamisasi pengetahuan’.
Munculnya gagasan islamisasi pengetahuan dipicu oleh keadaan umat Islam yang terus menerus mengalami kemunduran. Ironisnya, keadaan umat Islam saat ini berbanding terbalik dengan jumlah umat Islam yang begitu banyak di seluruh penjuru dunia. Al-Faruqi menulis : 

Jangan Membenci Siapapun

“Jangan membenci siapapun, dengan alasan apapun, betapapun dia sangat pantas untuk dibenci. Saya pikir ini cara hidup Muhammad saw. Kalo kamu..??”

Entah bagaimana tiba-tiba kata-kata sakti ini wujud dalam pikiran saya dan mengejawantah dalam sebuah status yang saya buat di Facebook malam ini. Akhir-akhir ini saya sering merenung tentang cara hidup Muhammad, rasulullah kebanggaan umat manusia. Saya terkadang mencoba berada di posisinya, misal, saat tiba-tiba Nabi harus mengemban sebuah amanah besar untuk membimbing umat manusia menjalankan fitrah penciptaannya, takut..?? Tentu, Nabi sampai menggigil ketakutan seperti Musa saat mendapat wahyu pertama kali.

Rabu, 12 September 2012

Seberapa Cintakah Kamu Kepada Muhammad..??

Asrama Mahasiswa Unissula, @6.41 am

Apa itu mencintai?? Parameter apa saja yang bisa kita gunakan untuk mengukur kecintaan kita terhadap sesuatu?? Untuk tidak memperlebar tulisan ini –karena pasti ada banyak sekali standar yang bisa digunakan untuk mengukur kecintaan kita pada suatu objek- saya ingin menggunakan satu parameter saja, yang insyaallah relevan untuk menunjukkan kadar kecintaan kita pada suatu objek tertentu dalam kehidupan ini. Parameter itu adalah mimpi.
Fethullah Gulen dalam ceramahnya di depan ribuan jamaah masyarakat Turki menginspirasi saya untuk menggunakan parameter ini. Dalam ceramah Gulen yang ditampilkan dalam tadarus pemikiran KH. Ahmad Mujib El-Shirazy, Gulen menyampaikan bahwa jamaknya, orang yang sangat mencintai sesuatu akan sering memimpikan sesuatu tersebut dalam tidurnya. Kita, terutama generasi muda juga mengalami ‘pengalaman spiritual’ yang sama -jika boleh disebut begitu. Saat kita jatuh cinta pada seseorang, kita terus menerus memimpikannya. Orang yang kita cintai hampir tiap malam datang menghampiri kita di dalam mimpi. Ini adalah wajar. Kecintaan yang besar berakar kuat sampai ke alam bawah sadar kita sehingga saat kita tidur, kecintaan itu merefleksi dalam sebuah layar besar berbentuk mimpi.