Selasa, 25 September 2012

'Islamisasi Pengetahuan' Al-Faruqi

Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi : Islamisasi Pengetahuan 
 Oleh : Marlis Herni Afridah 

1.    Gambaran Umat Islam Hari Ini Secara Global
Dalam Islamization of Knowledge, al-Faruqi memberikan beberapa prinsip umum dan kerangka kerja sebagai formula untuk mewujudkan kembali kebangkitan peradaban Islam. al- Faruqi memfokuskan pemikirannya dalam bidang pendidikan, yang notabene merupakan asas dari peradaban Islam. Pemikiran al-Faruqi dikenal luas dengan istilah ‘islamisasi pengetahuan’.
Munculnya gagasan islamisasi pengetahuan dipicu oleh keadaan umat Islam yang terus menerus mengalami kemunduran. Ironisnya, keadaan umat Islam saat ini berbanding terbalik dengan jumlah umat Islam yang begitu banyak di seluruh penjuru dunia. Al-Faruqi menulis : 

Jangan Membenci Siapapun

“Jangan membenci siapapun, dengan alasan apapun, betapapun dia sangat pantas untuk dibenci. Saya pikir ini cara hidup Muhammad saw. Kalo kamu..??”

Entah bagaimana tiba-tiba kata-kata sakti ini wujud dalam pikiran saya dan mengejawantah dalam sebuah status yang saya buat di Facebook malam ini. Akhir-akhir ini saya sering merenung tentang cara hidup Muhammad, rasulullah kebanggaan umat manusia. Saya terkadang mencoba berada di posisinya, misal, saat tiba-tiba Nabi harus mengemban sebuah amanah besar untuk membimbing umat manusia menjalankan fitrah penciptaannya, takut..?? Tentu, Nabi sampai menggigil ketakutan seperti Musa saat mendapat wahyu pertama kali.

Rabu, 12 September 2012

Seberapa Cintakah Kamu Kepada Muhammad..??

Asrama Mahasiswa Unissula, @6.41 am

Apa itu mencintai?? Parameter apa saja yang bisa kita gunakan untuk mengukur kecintaan kita terhadap sesuatu?? Untuk tidak memperlebar tulisan ini –karena pasti ada banyak sekali standar yang bisa digunakan untuk mengukur kecintaan kita pada suatu objek- saya ingin menggunakan satu parameter saja, yang insyaallah relevan untuk menunjukkan kadar kecintaan kita pada suatu objek tertentu dalam kehidupan ini. Parameter itu adalah mimpi.
Fethullah Gulen dalam ceramahnya di depan ribuan jamaah masyarakat Turki menginspirasi saya untuk menggunakan parameter ini. Dalam ceramah Gulen yang ditampilkan dalam tadarus pemikiran KH. Ahmad Mujib El-Shirazy, Gulen menyampaikan bahwa jamaknya, orang yang sangat mencintai sesuatu akan sering memimpikan sesuatu tersebut dalam tidurnya. Kita, terutama generasi muda juga mengalami ‘pengalaman spiritual’ yang sama -jika boleh disebut begitu. Saat kita jatuh cinta pada seseorang, kita terus menerus memimpikannya. Orang yang kita cintai hampir tiap malam datang menghampiri kita di dalam mimpi. Ini adalah wajar. Kecintaan yang besar berakar kuat sampai ke alam bawah sadar kita sehingga saat kita tidur, kecintaan itu merefleksi dalam sebuah layar besar berbentuk mimpi. 

Selasa, 24 Juli 2012

Filsafat Politik Al-Farabi

FILSAFAT POLITIK AL-FARABI
 (872-950M)
Oleh : Marlis Herni Afridah

Pendahuluan
Al-Farabi adalah filosof yang sangat penting karena menjadi filosof ketiga, setelah Plato dan Aristoteles, yang membicarakan tentang filsafat politik. Al-Farabi membuka jalan intelektualisme dalam Islam dengan mempelajari sumber-sumber non Islam dari filsafat Yunani. Hal ini tentu wajar dalam kehidupan suatu peradaban, dimana pinjam-meminjam konsep jamak terjadi. Meskipun pada akhirnya konsep-konsep tersebut tidak dipinjam secara bulat-bulat, tapi dimodifikasi sesuai dengan pandangan hidup masing-masing peradaban. Dalam hal ini, Al-Farabi memodifikasi filsafat Yunani ke dalam pandangan hidup Islam. Al-Farabi adalah seorang pemikir besar pada masa kejayaan peradaban Islam yang berpegang teguh pada Islam dalam setiap pemikirannya. Al-Farabi sekaligus berjasa kepada peradaban yang selama 200 tahun ini menghegemoni dunia, Barat, karena telah menyingkap misteri filsafat Plato dan Aristoteles yang selama ini tidak pernah terjamah oleh Barat. Al-Farabi adalah salah satu pemikir besar Islam yang berjasa mengantar Barat menuju era renaissance

Selasa, 10 Juli 2012

Teknologi Informasi & Kebangkitan Peradaban

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KEBANGKITAN PERADABAN
STUDI KASUS DI ASIA : KOREA SELATAN DAN INDIA
 Oleh : Marlis Herni Afridah*
 
Pulau Jeju - Objek wisata di Korea Selatan
Banyak orang sekarang menganggap Korea Selatan sebagai masyarakat modern yang berhasil. Tapi beberapa orang sadar akan skala kemiskinan yang dipikulnya 50 tahun silam. Dalam bukunya The Korean, Michael Breen, menggambarkan percakapan seorang mahasiswa asing dengan mahasiswa Korea di tahun 1980-an : “Tidak banyak orang asing di kampus ini dan orang selalu bertanya padaku dari mana aku datang dan apa yang sedang aku pelajari. Jawabku ‘aku sedang mempelajari pemikiran Korea’ dan mereka memberi saya sebuah gambar teka-teki dan berkata ‘tapi kami tidak punya otak.’”[1]